Sobatpora, Special Olympics Indonesia (SOIna) Provinsi Nusa Tenggara Timur secara resmi membuka kegiatan Offline Training tujuh cabang olahraga dalam rangka persiapan PESONAS II Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Kristal Kupang dan berlangsung selama tiga hari, 26–28 April 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kesiapan atlet, pelatih, serta perangkat pertandingan dalam menghadapi PESONAS II, di mana Provinsi Nusa Tenggara Timur dipercaya sebagai tuan rumah.
Acara pembukaan dihadiri oleh Ketua Umum SOIna Provinsi NTT, Dr. Ir. Chris Mboeik, M.Si. Wakil Ketua SOIna Pusat sekaligus Ketua Harian SOIna NTT, Hamdan Saleh Batjo, S.P., M.H., M.Si., C.H., C.Ht., CFIA, Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT, Karel Muskanan, S.Sos., M.Si., Ketua Panitia Penyelenggara PESONAS II 2026, Reni Marlina Un, serta Koordinator Technical Delegate (TD) SOIna untuk PESONAS II NTT 2026, Hanu Resinurjati Pitrosandhi. Turut hadir pula jajaran panitia serta peserta dari berbagai cabang olahraga.
Dalam laporannya, Ketua Panitia, Reni Marlina Un, menyampaikan bahwa kesiapan venue untuk pelaksanaan offline training hingga penyelenggaraan PESONAS pada Oktober mendatang terus dimatangkan. Seluruh aspek teknis dan non-teknis dipersiapkan secara maksimal guna memastikan kelancaran kegiatan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT, Karel Muskanan, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan ini. “Diperlukan kerja sama dan sinergi dari semua pihak agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang optimal,” ujarnya.
Dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan, Ketua Umum SOIna Provinsi NTT, Chris Mboeik, menyampaikan bahwa kepercayaan sebagai tuan rumah PESONAS merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan pentingnya mewujudkan empat sukses, yakni sukses penyelenggaraan, sukses administrasi, sukses prestasi, dan sukses ekonomi.
Lebih lanjut, Chris Mboeik mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dan kepedulian sosial. “Mari kita mengedepankan spirit ‘Padamu Negeri’, spirit berbagi, dan spirit empati. Di tengah berbagai keterbatasan, kita harus tetap berkomitmen memberikan yang terbaik demi kesuksesan PESONAS 2026,” ungkapnya.
Melalui kegiatan offline training ini, diharapkan para atlet dapat meningkatkan kemampuan teknis, fisik, dan mental, serta memperkuat kesiapan kontingen Nusa Tenggara Timur dalam menghadapi PESONAS II Tahun 2026.