Disiplin ASN, Penguatan SOP, dan Kesiapan Menuju Pekan Olahraga Nasional XXII 2028
Sobatpora, Plt. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT, Linus Lusi, S. Pd., M. Pd. pada Apel Pagi 04 Maret 2026 memberikan beberapa arahan. Pemahaman tentang hakikat negara menjadi pengingat penting bagi seluruh aparatur sipil negara dalam menjalankan tugas pemerintahan. Mengacu pada pandangan Miriam Budiardjo, negara memiliki tiga sifat utama, yakni sifat memaksa, sifat monopoli, dan sifat mencakup semua (all-embracing). Sifat memaksa menegaskan bahwa negara memiliki kekuatan hukum untuk memastikan peraturan dipatuhi demi ketertiban. Sifat monopoli memberi kewenangan tunggal kepada negara dalam menetapkan tujuan bersama dan mengatur sumber daya untuk kepentingan publik. Sementara sifat mencakup semua berarti setiap aturan berlaku bagi seluruh warga tanpa pengecualian. Ketiga sifat ini menegaskan posisi negara sebagai otoritas sah yang mengatur, mengendalikan, dan menuntut kepatuhan demi tertibnya kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks kedinasan, setiap tugas dan mandat yang diberikan Kepala Dinas wajib dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Seluruh pegawai Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Nusa Tenggara Timur diharapkan memahami bahwa setiap penugasan adalah bagian dari sistem pemerintahan yang harus dijalankan secara profesional dan disiplin. Kedisiplinan menjadi perhatian serius, terutama terkait kehadiran dalam apel pagi. Keterlambatan pegawai tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga menjadi tanggung jawab pimpinan. Untuk itu, diimbau agar pada apel pagi setiap hari Senin tidak ada lagi pegawai yang terlambat. Seluruh kegiatan bidang yang biasa dilaksanakan pada Senin diundur ke hari Selasa agar seluruh pegawai dapat hadir lengkap dalam barisan, sehingga tidak ada lagi temuan keterlambatan maupun ketidakhadiran. Budaya kerja di lingkungan Dispora NTT juga ditegaskan harus berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah dirancang. Mulai dari tata cara menerima tamu, etika pelayanan, hingga tata naskah surat menyurat, semuanya harus mengikuti ketentuan yang berlaku, sejak proses pengetikan hingga penandatanganan dokumen resmi. Terkait Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hari ini dilaksanakan pertemuan khusus seluruh PPPK Dispora NTT bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas. Pertemuan tersebut membahas isu pemberitaan mengenai 9.000 PPPK yang direncanakan akan dirumahkan pada tahun 2027. Dalam kesempatan itu ditegaskan bahwa absensi menjadi salah satu faktor penting dalam evaluasi, selain disiplin kerja, kinerja, dan produktivitas harian di kantor. Selain itu, perhatian terhadap jam istirahat juga menjadi bagian dari penegasan disiplin. Seluruh pegawai diingatkan untuk tertib sesuai waktu yang telah ditentukan dan segera kembali ke kantor setelah selesai istirahat guna melanjutkan pekerjaan. Di sisi lain, persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2028 terus menjadi agenda strategis. Seluruh jajaran diharapkan tetap fokus, solid, dan bekerja maksimal demi mendukung kesiapan Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah bersama, sekaligus memastikan seluruh program pembinaan olahraga berjalan optimal dan terarah.(Oks). Pemuda Maju!, Olahraga Jaya! #ayobangunntt #NTTsiapjadiTuanRumahPONXXII2028