Loading...
Image

Pelatihan Pelatih Atletik Tingkat Dasar Digelar Siapkan SDM Olahraga NTT Menuju PON 2028

Sobatpora, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTT menggelar Pelatihan Pelatih Atletik Tingkat Dasar Tingkat Provinsi NTT sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga sekaligus mempersiapkan atlet-atlet potensial menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Pelatihan Pelatih Atletik ini akan berlangsung selama tiga hari, 11–13 Maret 2026. Kegiatan ini menghadirkan berbagai manfaat bagi peserta, antara lain memperoleh ilmu dari instruktur nasional, Coach Oliva Sadi, S.Pd., pelatih bersertifikat Level 1 IAAF, berbagi pengalaman kepelatihan, serta mendapatkan sertifikat lisensi pelatih tingkat dasar tingkat provinsi. Selain itu, peserta juga akan memperoleh pembinaan lanjutan berupa konsultasi pasca pelatihan secara gratis. Kegiatan yang diikuti oleh 35 peserta ini melibatkan perwakilan dari berbagai unsur, yakni PASI Kabupaten/Kota se-NTT, National Paralympic Committee (NPC) NTT, PASI NTT, serta CPNS Fungsional Pelatih dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT. Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT, Karel Muskanan, dalam sambutannya mewakili Wakil Ketua Umum KONI dan Plt. Kadispora menyampaikan bahwa pelatihan pelatih ini merupakan salah satu program strategis Pengprov PASI NTT yang telah dirapatkan bersama Ketua Umum PASI NTT dan seluruh pengurus PASI kabupaten/kota. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan cabang olahraga atletik menghadapi PON 2028, di mana NTT akan menjadi salah satu tuan rumah bersama NTB. “Pelatihan ini dalam rangka mempersiapkan atlet-atlet potensial cabang olahraga atletik menuju PON 2028. Dengan semakin banyak pelatih yang berkualitas, diharapkan akan lahir atlet-atlet potensial dari seluruh kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa sebagai tuan rumah, NTT harus mempersiapkan diri dengan baik agar dapat meraih sukses penyelenggaraan maupun sukses prestasi. Oleh karena itu, seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama, mulai dari pengurus organisasi olahraga, pelatih hingga atlet. “Pelatih perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan seperti ini agar mampu menciptakan prestasi di tingkat nasional pada ajang PON 2028. Harapannya, dari tangan Bapak dan Ibu semua dapat lahir atlet-atlet NTT yang mampu mengibarkan bendera Indonesia dan NTT di kancah internasional,” katanya. Atas nama Pemerintah Provinsi NTT dan Plt. Kepala Dispora NTT, ia secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Pelatih Atletik Tingkat Dasar Tingkat Provinsi NTT. Ketua Panitia Pelatihan, Katon Satyo Mahardika, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelatih atletik di NTT sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia olahraga menuju PON 2028 di NTT dan NTB. “Kami berharap dengan adanya pelatihan ini akan muncul pelatih-pelatih yang berkualitas untuk menyongsong NTT sebagai tuan rumah PON,” ujarnya. Ketua Umum Pengprov PASI NTT, Ir. Theo Widodo, dalam arahannya kepada peserta berharap agar para pelatih dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu dari instruktur yang telah memiliki sertifikat pelatih tingkat nasional level 1. “Pelatihan ini adalah kesempatan untuk belajar. Saya berharap Bapak dan Ibu mengikuti kegiatan ini dengan tekun dan menyerap ilmu sebanyak mungkin dari pelatih yang telah memiliki sertifikasi nasional,” katanya. Dalam sesi diskusi, salah satu peserta, Umbu Lele, menyampaikan harapan agar dalam dua tahun ke depan terdapat pembinaan berkelanjutan bagi para pelatih, khususnya melalui event dan perlombaan sebelum pelaksanaan PON 2028. Menanggapi hal tersebut, Karel Muskanan menyampaikan bahwa komunikasi dan koordinasi antar pelatih akan terus dibangun melalui wadah komunikasi bersama, termasuk melalui grup komunikasi whatsapp agar berbagai pertanyaan dan kebutuhan pembinaan dapat terus didiskusikan. Sementara itu, peserta lainnya, Adel Paulina Sanam dari PASI Kabupaten Timor Tengah Selatan yang juga merupakan mantan atlet dan kini bekerja di SD Kristen Anugerah Soe, menyampaikan aspirasi terkait kurangnya perhatian terhadap atlet di daerahnya. Ia berharap ke depan pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan atlet-atlet berprestasi di daerah serta mendukung upaya pembentukan klub atletik. Menanggapi hal tersebut, Theo Widodo menegaskan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak terlepas dari peran besar seorang pelatih. “Kita semua tahu bahwa atlet tidak mungkin bisa juara tanpa peran pelatih. Karena itu, kami berharap setelah pelatihan ini akan muncul pelatih-pelatih hebat di NTT dan akan melahirkan atlet-atlet hebat,” ujarnya. Ia juga menyambut baik inisiatif para pelatih yang ingin membentuk klub atletik di daerah masing-masing. Theo bahkan menyatakan kesiapannya untuk berbagi pengalaman dalam membangun klub olahraga, sebagaimana yang telah ia lakukan melalui pembentukan Klub Naga Timor. “Saya siap berbagi pengalaman dengan para pelatih yang ingin membentuk klub di daerah. Silakan menggandeng pemerintah daerah maupun sponsor agar pembinaan atlet dapat berjalan secara berkelanjutan,” pungkasnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan ekosistem pembinaan atletik di NTT semakin kuat, sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah pada ajang nasional maupun internasional.(Oks) #pelatihanpelatihatletik #olahragajaya #ponxxii2028 #pasintt #atletikntt #atletik

Lihat Berita Lain