Baca Berita
Dinas Kepemudan dan Olahraga
Provinsi Nusa Tenggara Timur

Dispora & KONI NTT Matangkan Persiapan Penyambutan Tim KONI Pusat dan Technical Delegate PON XXII 2028

Octaviani Kristin Santoso
14/08/2026
Slide 1 Slide 1 Slide 1 Slide 1

Sobatpora, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar rapat koordinasi pada 14  Agustus 2026 di Kantor KONI NTT bersama Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, Sekretaris Umum, dan Bendahara Umum KONI NTT dalam rangka mematangkan persiapan kunjungan Tim KONI Pusat dan Technical Delegate (TD) cabang olahraga PON XXII Tahun 2028 ke sejumlah venue di NTT pada 20–23 Agustus 2026.

 


Rapat tersebut membahas kesiapan penyambutan, pendampingan, transportasi, venue, hingga strategi publikasi selama kunjungan tim TD. Kunjungan ini menjadi momentum penting karena sebanyak 45 perwakilan Technical Delegate akan melakukan peninjauan dan memberikan penilaian terhadap kesiapan venue yang akan menjadi lokasi pertandingan PON XXII 2028.
Ketua Umum KONI NTT yang merupakan Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa seluruh jajaran KONI dan pengurus cabang olahraga perlu terlibat aktif dalam menyukseskan kunjungan tersebut. Setiap cabor diminta menyiapkan petugas yang akan mendampingi tim TD, khususnya pada venue yang telah dipetakan.

 


“Yang perlu kita antisipasi adalah bagaimana kita bekerja dengan skema gotong royong. Sekretaris Umum agar menentukan siapa yang mewakili masing-masing Technical Delegate sehingga ada keselarasan dalam pemberian informasi dan statement dari kabupaten/kota maupun cabang olahraga dengan program dan keputusan Pemerintah Provinsi NTT,” ujar Ketua Umum KONI NTT.

 


Ia juga meminta agar seluruh kabupaten/kota tetap menjaga semangat dan antusiasme dalam mempersiapkan diri sebagai bagian dari penyelenggaraan PON XXII. Tingginya animo daerah menjadi modal penting yang harus terus dipelihara.

 


Selain kesiapan teknis, aspek hospitality juga menjadi perhatian utama. Para utusan KONI Pusat dan Technical Delegate diharapkan mendapatkan sambutan terbaik sehingga merasa nyaman selama berada di NTT. Hal tersebut dinilai penting karena hasil kunjungan akan menjadi bagian dari laporan kepada KONI Pusat dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

 


Wakil Ketua Umum KONI NTT menambahkan, setiap tim TD perlu mendapatkan pendampingan yang terarah, terutama bagi cabor yang lokasinya berada di luar Kota Kupang. Pendamping juga diharapkan mampu memberikan informasi mengenai adat dan budaya NTT, destinasi rekreasi, tempat makan, restoran, serta berbagai informasi pendukung lainnya.

 


“Hospitality harus kita tunjukkan sejak mereka datang. Kita perlu mengatur tim teknis dan orang-orang yang membantu kunjungan mereka, termasuk menyiapkan informasi yang lengkap mengenai NTT,” jelasnya.

 


Sekretaris Umum KONI NTT kemudian memaparkan rencana teknis kunjungan, termasuk penyelesaian kunjungan cabor yang berada di wilayah Kupang pada Kamis. Beberapa cabor yang menjadi perhatian antara lain gateball, cricket, dan MPI. Sementara itu, untuk wilayah Flores, tim TD direncanakan langsung kembali ke Jakarta setelah rangkaian kunjungan selesai.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas tim, KONI NTT juga membuka peluang gotong royong penggunaan kendaraan pribadi. Bagi pihak yang membantu menyediakan kendaraan, kebutuhan bahan bakar akan mendapatkan subsidi dari KONI NTT.

 


Dalam rapat tersebut turut mengemuka usulan pembentukan panitia khusus penyambutan Tim KONI Pusat dan Technical Delegate yang akan dibagi berdasarkan cluster wilayah seperti TTS, Sumba, Flores, dan wilayah lainnya. Pembagian cluster dinilai dapat meningkatkan efisiensi koordinasi dan anggaran sekaligus mempermudah pengawasan selama kunjungan.
Sejumlah peserta rapat juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah kabupaten/kota dalam memastikan kesiapan venue. Kabupaten/kota diharapkan segera melakukan pembersihan, penataan, serta pembenahan venue sehingga dapat memberikan gambaran terbaik kepada tim TD. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan transportasi dan akomodasi selama kunjungan.

 


Dari sisi publikasi, Humas dan tim media KONI menyatakan kesiapan untuk mendukung seluruh rangkaian kunjungan di berbagai wilayah. Setiap kegiatan dan perkembangan kesiapan venue diharapkan dipublikasikan secara konsisten untuk membangun atmosfer PON XXII 2028 di tengah masyarakat.

 


Semangat tersebut juga akan diperkuat melalui pemasangan baliho dan spanduk bertema kesiapan PON di berbagai venue, hotel, perguruan tinggi, maupun lokasi strategis lainnya. Untuk mempermudah proses administrasi, diperlukan surat edaran Gubernur NTT sebagai dasar koordinasi pemasangan materi publikasi di berbagai lokasi.

 


Selain itu, atmosfer PON 2028 akan terus digaungkan melalui berbagai kegiatan olahraga di NTT. Salah satunya melalui pelaksanaan POPDA pada 4–9 September 2028 serta agenda latih tanding yang melibatkan petinju Daud Yordan di arena pencak silat. Seluruh kesiapan venue dan atlet juga direncanakan menjadi bagian dari materi yang ditampilkan pada pameran pembangunan.

 


Dalam pembahasan terkait infrastruktur, PUPR NTT menyampaikan bahwa studi kelayakan dan Detail Engineering Design (DED) telah disiapkan. Rapat mendorong agar penyusunan DED dan proses pembangunan venue prioritas, khususnya GOR Oepoi, dapat segera ditindaklanjuti mengingat Stadion Oepoi menjadi salah satu perhatian untuk kebutuhan pembukaan PON XXII 2028. Sementara itu, Gelanggang Pemuda juga dipersiapkan sebagai salah satu venue tinju, dengan Dispora NTT akan melakukan koordinasi untuk proses audit.

 


Rapat juga membahas sejumlah venue dan cabor yang memiliki karakteristik khusus, seperti aerosport di Alor, selancar ombak di Rote, sepak bola, rugby, layar, hingga paramotor. Khusus paramotor, telah dilakukan komunikasi dengan pemerintah daerah Manggarai Timur serta direncanakan koordinasi dengan PB Paramotor.

 


Ketua Umum KONI NTT menegaskan bahwa koordinasi lintas daerah menjadi kunci agar seluruh wilayah dapat menunjukkan kesiapan terbaik sebelum kedatangan tim Technical Delegate. “Sebelum tanggal 20, daerah yang masih belum siap harus kita pastikan siap. Yang paling penting, tim TD pulang dari NTT tanpa masalah sehingga tidak ada hal yang memengaruhi penilaian mereka,” tegasnya.

 


Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI NTT menegaskan bahwa pemerintah kabupaten wajib memastikan kesiapan venue masing-masing. Panitia penyambutan juga akan menyiapkan banner ucapan selamat datang bagi Tim KONI Pusat dan Technical Delegate di hotel maupun lokasi kunjungan.

 


Ke depan, KONI NTT akan segera menetapkan PIC Technical Delegate, menyusun timeline kunjungan serta buku saku sebagai panduan pendampingan. Seluruh anggota KONI akan dilibatkan dalam kunjungan rombongan KONI Pusat dan TD, dengan pengurus yang ditugaskan melekat bersama cabor masing-masing.

 


Rangkaian persiapan ini akan dilanjutkan melalui rapat internal KONI NTT dan rapat bersama Ketua Umum KONI kabupaten/kota. Melalui koordinasi yang semakin solid antara KONI, pemerintah daerah, cabang olahraga, media, dan seluruh pemangku kepentingan, NTT terus memantapkan langkah menuju penyelenggaraan PON XXII 2028 dengan semangat “NTT Siap PON 2028.”