Sobatpora, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar rapat virtual bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) guna membahas progres persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028, khususnya terkait kesiapan venue dan agenda visitasi tim pusat.
Rapat dipimpin oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, S.T., M.T., dan dihadiri oleh Asisten Deputi Jasa dan Sarana Prasarana Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Tri Winarno, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Pemuda (PKP) Kemenpora, Kepala Pusat Pengelolaan Pusat Olahraga Nasional (PPON) Kemenpora, Direktur Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (BLU LPDUK) Kemenpora, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Inspektur Kemenpora.
Dalam kesempatan tersebut, Kadispora NTT menyampaikan bahwa sebelumnya telah dilaksanakan visitasi awal bersama tim Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Kemenpora. Selanjutnya, pada 9–12 Agustus mendatang akan dilaksanakan visitasi oleh KONI Pusat bersama Technical Delegate (TD) dari masing-masing cabang olahraga untuk melakukan peninjauan terhadap kesiapan venue yang diusulkan.
Kadispora juga menjelaskan bahwa proposal penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 telah disampaikan kepada Kemenko PMK dengan tembusan kepada Kemenpora sebagai bagian dari proses koordinasi dengan pemerintah pusat.
Dalam pemaparan kesiapan venue, Dispora NTT menyampaikan sejumlah perkembangan penting. Aula Immaculata Universitas Katolik Widya Mandira (UNIKA) diusulkan sebagai salah satu venue cabang olahraga indoor. Untuk cabang olahraga sepak bola putri direncanakan hanya diikuti oleh enam tim peserta. Sementara itu, cabang olahraga paramotor masih akan dikoordinasikan lebih lanjut setelah hasil pengecekan Pengurus Besar (PB) menunjukkan lokasi yang diusulkan sebelumnya belum memenuhi aspek kenyamanan, sehingga muncul opsi pemindahan venue ke Kabupaten Manggarai Timur. Cabang olahraga tinju juga menjadi perhatian karena venue yang direncanakan masih menghadapi sejumlah kendala sehingga diperlukan alternatif lokasi yang memenuhi standar teknis penyelenggaraan.
Dalam arahannya, Asisten Deputi Jasa dan Sarana Prasarana Olahraga Kemenpora, Tri Winarno, menekankan pentingnya komunikasi yang intensif antara tim teknis Dispora NTT dengan Kemenpora selama proses persiapan PON XXII Tahun 2028. Ia meminta agar setiap perkembangan terkait kesiapan venue terus dikoordinasikan sehingga berbagai kebutuhan teknis dapat segera ditindaklanjuti.
Tri Winarno juga mendorong Dispora NTT untuk terus mengkaji alternatif venue Gelanggang Pemuda sebagai lokasi pertandingan cabang olahraga tinju. Selain itu, ia menegaskan bahwa penentuan venue perlu mengedepankan prinsip efisiensi dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, efektivitas penggunaan anggaran, kemudahan akses, serta kesesuaian dengan standar teknis masing-masing cabang olahraga. Menurutnya, pemilihan venue yang tepat tidak hanya mendukung kelancaran penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga memastikan pemanfaatan infrastruktur olahraga secara berkelanjutan setelah PON XXII Tahun 2028.
Pada kesempatan yang sama, Kadispora NTT turut memaparkan instrumen serta tahapan pembangunan infrastruktur pendukung PON XXII Tahun 2028 yang akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut dalam rapat teknis mengenai pembangunan dan penataan venue pertandingan.
Rapat juga membahas kesiapan venue pacuan kuda. Dalam diskusi tersebut muncul usulan agar lokasi penyelenggaraan dialihkan ke Kabupaten Sumba Timur sebagai alternatif. Namun, Kadispora menjelaskan bahwa hingga saat ini Kabupaten Sumba Barat masih menjadi lokasi yang telah ditetapkan. Meski demikian, adanya masukan dari Kemenpora terkait alternatif venue di Sumba Timur akan menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan lanjutan.
Melalui rapat koordinasi ini, Dispora NTT bersama Kemenpora memperkuat sinergi dalam memastikan kesiapan venue dan seluruh aspek teknis penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028. Hasil pembahasan tersebut akan menjadi salah satu acuan dalam pelaksanaan visitasi KONI Pusat dan Technical Delegate sebagai tahapan penting menuju sukses penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028.