Baca Berita
Dinas Kepemudan dan Olahraga
Provinsi Nusa Tenggara Timur

Dispora NTT Matangkan POPDA VIII 2026 dan Percepatan Data Venue PON XXII 2028

Octaviani Kristin Santoso
16/04/2026
Slide 1 Slide 1 Slide 1 Slide 1 Slide 1

Sobatpora, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar rapat pembahasan pelaksanaan POPDA VIII Tahun 2026 sekaligus percepatan pengumpulan data calon venue PON XXII Tahun 2028. Rapat yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini dipimpin langsung oleh Dr. Alfonsus Theodorus selaku Kepala Dispora NTT, dengan menghadirkan Karel Muskanan sebagai narasumber, serta dimoderatori oleh Yesni Luik, SH.
Rapat diikuti oleh Kepala Dinas/Pimpinan yang membidangi olahraga dari seluruh kabupaten/kota se-NTT bersama jajaran, serta staf Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Provinsi NTT.


Dalam arahannya, Kepala Dispora NTT menegaskan pentingnya kesiapan daerah dalam menyongsong pelaksanaan PON XXII 2028, khususnya melalui pengumpulan data venue yang saat ini tengah dikoordinasikan bersama KONI provinsi dan kabupaten/kota. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah provinsi akan menyiapkan regulasi daerah bagi kabupaten/kota yang berkomitmen menjadi tuan rumah cabang olahraga. Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, pelaksanaan POPDA tetap menjadi prioritas sebagai bagian dari pembinaan atlet usia pelajar.


Pada sesi pembahasan POPDA, disepakati bahwa POPDA VIII 2026 direncanakan berlangsung sekitar September 2026 dan bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS). Kota Kupang tetap menjadi lokasi utama pelaksanaan, khususnya di kawasan olahraga Oepoi, dengan peluang bagi kabupaten/kota lain untuk menjadi tuan rumah beberapa cabang olahraga.


Sejumlah cabang olahraga yang direncanakan antara lain Shorinji Kempo, Tinju, Pencak Silat, Karate, Taekwondo, Wushu, dan Atletik. Selain itu, terdapat opsi penambahan cabang olahraga seperti cricket dan renang sebagai alternatif, menyusul evaluasi pelaksanaan sebelumnya di mana cabang olahraga sepak bola tidak terlaksana karena minim peserta.


Rapat juga menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, di antaranya penerapan sistem pendaftaran dan verifikasi peserta secara digital. Tahapan entry by number dijadwalkan pada 1–31 Mei 2026 dan entry by name pada 1–10 Juni 2026, dengan proses skrining keabsahan dilakukan menjelang pelaksanaan. Persyaratan peserta meliputi status sebagai pelajar aktif WNI dengan batas usia kelahiran 1 Januari 2008 atau sesudahnya.


Dalam sesi tanya jawab, berbagai masukan disampaikan oleh perwakilan daerah, seperti usulan penyesuaian jadwal pelaksanaan, penambahan cabang olahraga, hingga kebutuhan bimbingan teknis (bimtek) untuk penguatan sistem administrasi digital. Menanggapi hal tersebut, Dispora Provinsi NTT memastikan akan menggelar bimtek pada Mei 2026 serta membuka ruang koordinasi lanjutan guna menyempurnakan pelaksanaan kegiatan.


Pada sesi pembahasan data calon venue PON, Dispora NTT menekankan pentingnya kelengkapan data fasilitas olahraga, baik indoor maupun outdoor, termasuk dukungan sektor transportasi dan pariwisata. Data tersebut akan menjadi bahan laporan kepada Gubernur NTT untuk diteruskan ke pemerintah pusat.


Beberapa daerah menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah cabang olahraga tertentu, di antaranya Kabupaten Ende untuk cabang olahraga sepak bola putri dan Kabupaten Rote Ndao untuk cabang olahraga selancar ombak. Dispora Provinsi juga mendorong percepatan penyusunan Desain Olahraga Daerah (DOD) sebagai salah satu syarat utama dalam penentuan tuan rumah PON.


Sebagai tindak lanjut, Dispora Provinsi NTT menargetkan seluruh data venue dapat dihimpun pada bulan April 2026 dan dilaporkan pada bulan Mei 2026. Koordinasi lintas sektor pun akan terus diperkuat guna memastikan kesiapan daerah dalam mendukung suksesnya POPDA VIII 2026 dan PON XXII 2028.
Dengan semangat kolaborasi, Dispora NTT optimistis seluruh kabupaten/kota dapat berperan aktif dalam pembinaan olahraga sekaligus mendukung NTT sebagai tuan rumah yang sukses, baik dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi.