Sobatpora, Kabar membanggakan datang dari dunia pencak silat Nusa Tenggara Timur. Dua atlet terbaik IPSI NTT resmi dipanggil oleh Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) untuk memperkuat tim nasional pada ajang 25th Open Belgian Pencak Silat Championship 2026 yang akan digelar pada 24–26 April 2026 di Schoten, Belgia.
Adapun dua atlet yang mendapat kepercayaan tersebut adalah Muhammad Zaki Zikrillah Prasong yang akan bertanding di kelas Putra (-50kg hingga -55kg) serta Andini Gwendha Cahyadewi Aklis di kelas Putri (-45kg hingga -50kg). Keduanya merupakan atlet asal NTT yang selama ini menunjukkan performa dan prestasi yang konsisten di berbagai kejuaraan.
Menjelang keberangkatan, kedua atlet bersama jajaran Pengprov IPSI NTT telah melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT di Kantor Dispora NTT. Audiensi tersebut menjadi momentum untuk melaporkan kesiapan atlet sekaligus memohon dukungan pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT secara resmi melepas kedua atlet untuk berlaga di ajang internasional. Pelepasan ini menjadi bentuk dukungan moril sekaligus apresiasi atas prestasi dan kerja keras atlet yang telah mengharumkan nama daerah.
Dispora NTT menyatakan dukungan penuh terhadap keikutsertaan kedua atlet dalam kejuaraan ini, serta berharap mereka dapat tampil maksimal dan membawa pulang prestasi terbaik bagi Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur.
Pemanggilan ini merupakan bagian dari upaya PB IPSI dalam mempersiapkan atlet-atlet terbaik Indonesia guna memperkuat tim nasional di kancah internasional. Selain itu, keikutsertaan dalam kejuaraan ini juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan pengalaman bertanding serta mengukur kemampuan atlet di level global.
Dalam surat pemanggilan tersebut, PB IPSI menegaskan bahwa para atlet diharapkan telah tiba di Jakarta pada 18 April 2026 untuk mengikuti rangkaian persiapan sebelum keberangkatan. Seluruh biaya pelatihan dan akomodasi selama di Jakarta akan ditanggung oleh PB IPSI, sementara kondisi berat badan atlet harus sesuai dengan kelas yang diikuti.
Keberangkatan dua atlet ini juga menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga pencak silat di NTT terus menunjukkan perkembangan positif. Dengan kerja keras, disiplin, serta dukungan semua pihak, atlet-atlet NTT diharapkan mampu bersaing dan meraih prestasi terbaik di ajang internasional.
“Ini bukan hanya kebanggaan bagi IPSI NTT, tetapi juga untuk seluruh masyarakat NTT. Semoga keduanya dapat tampil maksimal dan membawa pulang prestasi terbaik,”
Ajang ini diharapkan menjadi langkah awal bagi atlet NTT untuk terus menembus panggung dunia dan memperkuat kontribusi daerah dalam prestasi olahraga nasional.