Baca Berita
Dinas Kepemudan dan Olahraga
Provinsi Nusa Tenggara Timur

Pembinaan Berkelanjutan Menjadi Kunci Kesiapan Atlet NTT Menuju PON XXII 2028

Octaviani Kristin Santoso
25/08/2026
Slide 1

Sobatpora, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi atlet, Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan tes fisik atlet pada Selasa (25/8/2026), bertempat di Lapangan GOR Futsal Oepoi, Kupang.

 


Kegiatan ini diikuti oleh para atlet yang tergabung dalam program pembinaan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD) dan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar dan Mahasiswa Daerah (PPLMD) Dispora Provinsi NTT.

 


Tes fisik menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembinaan untuk mengetahui kondisi dan kemampuan fisik atlet, mulai dari kekuatan, kecepatan, daya tahan, hingga kesiapan fisik dalam menghadapi pertandingan.

 


Pelaksanaan tes dilakukan melalui sejumlah rangkaian pengukuran fisik yang diikuti oleh para atlet. Melalui kegiatan ini, perkembangan kondisi fisik atlet dapat dipantau secara berkala sehingga pembina dan tim pelatih memiliki gambaran yang lebih objektif dalam menentukan program latihan.

 


Dalam pelaksanaannya, Dr. Andreas J. F. Lumba, M.Pd. dan Frengky Ambarawa Awiryanto, S.Pd., M.Pd., selaku Konsultan Olahraga Sentra PPLD dan PPLMD Dispora NTT, turut memberikan pendampingan dalam pelaksanaan tes fisik tersebut.

 


Menurut Coach Andreas dan Coach Frengky, tes fisik merupakan bagian penting dalam pembinaan atlet karena hasilnya dapat memberikan gambaran objektif mengenai kondisi dan kemampuan fisik masing-masing atlet. Data yang diperoleh nantinya dapat menjadi dasar dalam melakukan evaluasi sekaligus menentukan program latihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan setiap atlet.

 


“Tes fisik ini bukan hanya untuk melihat siapa yang paling kuat atau paling cepat, tetapi yang lebih penting adalah mengetahui kondisi setiap atlet dan perkembangan mereka selama menjalani latihan,” ujarnya.

 


Sementara itu, Dudi Baranuri dari Dispora NTT menyampaikan bahwa pembinaan atlet perlu dilakukan secara terukur dan berkelanjutan. Evaluasi melalui tes fisik menjadi salah satu langkah untuk memastikan para atlet mendapatkan program pembinaan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

 


Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, S.T., M.T., menegaskan bahwa pengembangan prestasi atlet tidak dapat hanya mengandalkan latihan, tetapi harus disertai pengukuran dan evaluasi secara berkala.

 


“Pembinaan atlet tidak bisa hanya mengandalkan latihan. Harus ada pengukuran dan evaluasi secara berkala, sehingga kita bisa mengetahui perkembangan atlet dan apa saja yang masih perlu diperbaiki. Ini penting untuk menyiapkan atlet secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Kadispora NTT.

 


Menurutnya, proses pembinaan yang dilakukan sejak usia pelajar merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun prestasi olahraga NTT. Penguatan pembinaan di tingkat pelajar diharapkan dapat menjadi fondasi dalam menyiapkan atlet yang mampu bersaing pada berbagai ajang olahraga nasional. NTT juga menjadi salah satu tuan rumah PON XXII Tahun 2028 bersama Nusa Tenggara Barat dan DKI Jakarta. Karena itu, pemetaan kondisi dan perkembangan atlet sejak dini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kekuatan olahraga NTT menuju ajang tersebut.

 


Hasil tes fisik kali ini selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dan pembina dalam menentukan program latihan berikutnya. Aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan akan menjadi perhatian sehingga perkembangan setiap atlet dapat terus dipantau dan ditindaklanjuti melalui program pembinaan yang tepat.

 


Melalui proses pembinaan yang terukur, konsisten, dan berkelanjutan, Dispora NTT terus mendorong lahirnya atlet-atlet potensial yang tidak hanya siap menghadapi kompetisi saat ini, tetapi juga mampu menjadi bagian dari kekuatan olahraga NTT menuju PON XXII 2028 dan berbagai ajang prestasi lainnya.