Sobatpora, persiapan pelaksanaan Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026 terus dimatangkan. Salah satunya melalui rapat koordinasi terkait perkembangan registrasi peserta, kuota delegasi, serta kebutuhan akomodasi, konsumsi, dan transportasi peserta.
Rapat koordinasi yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (24/8/2026), diikuti oleh perwakilan PP SOIna dan Panitia/Dispora NTT. Rapat dipimpin antara lain oleh Warsito Ellwein dan Amran dari PP SOIna, serta Karel Muskanan, Dudy Baranuri, dan Martinus S. Sare dari Panitia/Dispora NTT.
Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa proses registrasi peserta PESONAS II 2026 telah berjalan dengan baik. Dari kuota utama sebanyak 500 peserta di luar NTT, sekitar 410 peserta telah terisi sehingga masih terdapat sekitar 90 kuota yang tersedia. Selain itu, tercatat sekitar 297 peserta atau delegasi mandiri yang telah melakukan registrasi.
Panitia juga mencatat adanya sejumlah provinsi yang mengajukan tambahan peserta di luar kuota utama. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 113 peserta tambahan dari sejumlah provinsi. Peserta tambahan tersebut selanjutnya akan mendapatkan pengaturan khusus, terutama terkait mekanisme pembiayaan akomodasi dan konsumsi.
Sementara itu, untuk DKI Jakarta, panitia telah menyetujui pengiriman sekitar 184 atlet dan 36 orang pendukung atau supporter, dengan total sekitar 220 orang. Kebutuhan hotel dan konsumsi ditangani secara mandiri oleh pihak DKI Jakarta, sedangkan dukungan yang dibutuhkan dari panitia terutama berupa transportasi lokal, seperti penjemputan dari bandara, transportasi menuju venue, hingga transportasi kepulangan.
Dari data sementara provinsi yang telah melakukan registrasi, tercatat sekitar 348 atlet dan 140 pelatih. Komposisi delegasi juga mencakup pimpinan kontingen, official, tim medis, serta unsur Pengprov atau pendukung. Data tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah seiring dengan proses pemutakhiran registrasi.
Panitia menegaskan bahwa atlet dan pelatih menjadi komponen utama yang diperhitungkan dalam pembiayaan panitia. Sementara peserta di luar kuota utama perlu mendapatkan informasi resmi mengenai mekanisme dan besaran biaya yang menjadi tanggung jawab masing-masing.
Untuk memastikan tidak terjadi perbedaan informasi, panitia akan menyiapkan surat atau informasi resmi kepada delegasi yang memiliki peserta tambahan. Informasi tersebut akan mencakup jumlah peserta dalam kuota utama dan tambahan, komponen biaya, besaran biaya akomodasi dan konsumsi, mekanisme pembayaran, hingga contact person panitia.
Hingga rapat berlangsung, data registrasi dari beberapa provinsi masih dalam proses pemutakhiran, termasuk Bali, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Meski demikian, panitia telah dapat memulai persiapan teknis berdasarkan data yang tersedia tanpa harus menunggu seluruh provinsi menyelesaikan proses registrasi.
Selanjutnya, PP SOIna bersama Panitia PESONAS II akan terus melakukan koordinasi secara intensif untuk memutakhirkan data peserta, mengatur pemanfaatan sisa kuota, menyusun mekanisme pembiayaan peserta tambahan, serta memastikan kesiapan akomodasi, konsumsi, dan transportasi menjelang pelaksanaan PESONAS II Tahun 2026.
Rapat ditutup dengan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses registrasi. PP SOIna dan Panitia akan menindaklanjuti hasil rapat melalui koordinasi internal dan penyampaian informasi resmi kepada para delegasi dan peserta.