Sobatpora, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga daerah melalui pemberian bonus dan penghargaan kepada atlet serta pelatih berprestasi yang telah mengharumkan nama NTT di tingkat nasional maupun internasional. Pemberian penghargaan tersebut dirangkaikan dengan penutupan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII NTT Tahun 2026 dalam Apel Kesadaran ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT di Halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Senin (26/10/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, S.T., M.T., dengan Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Fransiskus Sales Sodo, bertindak sebagai pembina apel sekaligus menyerahkan plakat bonus secara simbolis kepada perwakilan atlet berprestasi. Kegiatan ini turut dihadiri ASN dan 44 atlet dari 22 kabupaten/kota di NTT.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap perjuangan atlet dan pelatih yang telah meraih prestasi di berbagai ajang, di antaranya SEA Games Thailand 2025, ASEAN Para Games Thailand 2025, World Para Athletics Grand Prix Meksiko 2026, PON Bela Diri II Kudus 2025, POPNAS XVII Jakarta 2025, dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Jakarta 2025.
Salah satu atlet yang menerima penghargaan adalah Alfin Nomleni, yang meraih tiga medali emas pada ASEAN Para Games Thailand 2025 dan memperoleh bonus sebesar Rp300 juta. Alfin juga menerima bonus sebesar Rp56 juta atas prestasinya meraih medali emas pada World Para Athletics Grand Prix Meksiko 2026. Sementara itu, M. Zikri Z. Prasong memperoleh bonus Rp100 juta atas medali emas cabang olahraga pencak silat pada SEA Games Thailand 2025.
Penghargaan juga diberikan kepada atlet-atlet NTT yang berprestasi dalam cabang olahraga Shorinji Kempo, Wushu, Pencak Silat, Atletik, Taekwondo, Tinju, dan Futsal. Apresiasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempertahankan prestasi melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Selain capaian tersebut, kontingen NTT juga menorehkan prestasi sebagai Juara Umum I dalam Tryout Kejurnas Shorinji Kempo di Bali dengan perolehan delapan medali emas, empat medali perak, dan empat medali perunggu. Prestasi membanggakan lainnya datang dari cabang olahraga tinju yang meraih lima medali emas dan tiga medali perak pada Kejurnas Piala Menko Bidang Infrastruktur, Minggu (25/10/2026).
Dalam sambutan Gubernur NTT yang dibacakan Sekda, disampaikan apresiasi kepada seluruh atlet pelajar, pelatih, ofisial, dan wasit yang telah berpartisipasi dalam POPDA VIII NTT Tahun 2026 dengan menjunjung tinggi sportivitas.
POPDA diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang evaluasi hasil latihan, pembentukan karakter, serta pengembangan potensi atlet pelajar. Atlet yang belum meraih medali diharapkan terus berlatih dan tidak menyerah, sedangkan atlet yang berhasil meraih prestasi diingatkan untuk tetap rendah hati dan menjadikan pencapaian tersebut sebagai motivasi menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Pemerintah Provinsi NTT juga menegaskan pentingnya pembinaan olahraga secara berkelanjutan dalam menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028, ketika NTT bersama Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi tuan rumah. Persiapan tersebut diarahkan untuk mewujudkan Panca Sukses PON, yakni sukses penyelenggaraan, prestasi, administrasi, ekonomi, dan pariwisata, sejalan dengan semangat Dasa Cita ke-10, “Ayo Bangun NTT, Kolaborasi Bersama.”
Sementara itu, POPDA VIII NTT Tahun 2026 resmi berakhir dengan Kota Kupang keluar sebagai juara umum. Kota Kupang memimpin klasemen akhir dengan perolehan 28 medali emas, 28 medali perak, dan 19 medali perunggu. Kabupaten Belu menempati posisi kedua dengan 17 emas, 12 perak, dan 23 perunggu, sedangkan Kabupaten Sumba Barat Daya berada di posisi ketiga dengan 12 emas, dua perak, dan dua perunggu.
Melalui penyelenggaraan POPDA VIII NTT Tahun 2026, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT berharap semakin banyak atlet pelajar potensial yang dapat teridentifikasi dan dikembangkan melalui pembinaan yang terarah. Ajang ini menjadi salah satu bagian penting dalam menyiapkan generasi atlet NTT yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional, sekaligus memperkuat kesiapan daerah menuju PON 2028.