Sobatpora, Pengurus Provinsi Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (PERGATSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) masa bakti 2024–2028 resmi dilantik dan dikukuhkan pada Sabtu (1/8/2026). Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan olahraga gateball di NTT sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi PON XXII Tahun 2028 yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur bersama Nusa Tenggara Barat dan DKI Jakarta.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT yang juga Sekretaris Umum KONI Provinsi NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, S.T., M.T., yang hadir mewakili Ketua Umum KONI Provinsi NTT.
Turut hadir Ketua Harian Pengurus Besar (PB) PERGATSI, Khalawi Abdul Hamid, mewakili Ketua Umum PB PERGATSI; Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTT, Dr. Liri Rupidara, mewakili Gubernur NTT; Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi NTT, Antonia Wahakolin, mewakili Ketua DPRD Provinsi NTT; unsur Forkopimda Provinsi NTT; serta Ketua Umum PERGATSI NTT, Benjamin Nahak, bersama seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik.
Dalam sambutan Ketua Umum KONI Provinsi NTT yang dibacakan oleh Sekretaris Umum KONI Provinsi NTT, disampaikan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi titik awal bagi kepengurusan baru untuk menghadirkan perubahan nyata dalam pembinaan olahraga gateball di Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya, PERGATSI NTT harus mampu menyusun program pembinaan yang terarah, berkelanjutan, dan berorientasi pada prestasi. Hal tersebut menjadi semakin penting mengingat NTT akan menjadi tuan rumah PON XXII Tahun 2028 bersama NTB, serta direncanakan menjadi tuan rumah pelaksanaan Pra-PON Cabang Olahraga Gateball.
"Rencana pelaksanaan Pra-PON Gateball di NTT harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mengukur kesiapan atlet sekaligus memperkuat daya saing gateball NTT. Gateball harus berprestasi pada PON 2028," demikian pesan Ketua Umum KONI Provinsi NTT.
Selain itu, Ketua Umum KONI Provinsi NTT juga berharap Ketua Umum PERGATSI NTT beserta seluruh jajaran pengurus mampu menghadirkan berbagai lompatan strategis dalam pengembangan organisasi dan peningkatan prestasi. Lompatan tersebut meliputi pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan, hingga penguatan tata kelola organisasi yang profesional.
"Ketua Umum KONI NTT berharap Ketua Umum dan jajaran Pengprov PERGATSI NTT dapat membuat lompatan-lompatan baru untuk kemajuan gateball NTT. Jangan bekerja dengan pola yang biasa-biasa saja. Kita membutuhkan terobosan agar prestasi gateball NTT semakin kuat dan terukur," ujar Sekretaris Umum KONI NTT saat membacakan sambutan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa target menuju PON XXII Tahun 2028 harus dibangun melalui prestasi yang nyata dan terukur, bukan sekadar pencapaian administratif ataupun prestasi semu. Seluruh cabang olahraga, termasuk gateball, dituntut memiliki target yang jelas, realistis, dan didukung program pembinaan yang konsisten.
Untuk cabang olahraga gateball, KONI Provinsi NTT optimistis target meraih tiga medali emas pada PON XXII Tahun 2028 dapat diwujudkan apabila seluruh proses pembinaan dilakukan secara serius dan dimulai sejak sekarang.
"Untuk PON 2028, jangan sampai kita hanya mengejar prestasi semu. Target tiga medali emas untuk gateball NTT sangat mungkin dicapai. Namun untuk mewujudkannya dibutuhkan kerja keras, pembinaan yang terencana, dan persiapan atlet secara berkelanjutan," tegasnya.
Dengan dilantiknya Pengurus Provinsi PERGATSI NTT masa bakti 2024–2028, diharapkan lahir semangat baru dalam membangun ekosistem pembinaan gateball yang semakin profesional, kompetitif, dan berkelanjutan.
Pelantikan ini menjadi langkah awal bagi PERGATSI NTT dalam menyusun strategi pembinaan menuju PON XXII Tahun 2028. Dengan dukungan KONI Provinsi NTT, Pemerintah Provinsi NTT, PB PERGATSI, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga, Gateball NTT diharapkan mampu menjadi salah satu cabang olahraga penyumbang medali emas bagi kontingen Nusa Tenggara Timur pada ajang PON XXII Tahun 2028.