Sobatpora, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur (Dispora NTT) terus memperkuat langkah strategis dalam mempersiapkan penyelenggaraan sekaligus target prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Teknis bersama delapan Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga peserta PON 2028 yang dilaksanakan di Kupang pada Selasa, 8 Juli 2026.
Rapat dipimpin oleh Sekretaris Dispora Provinsi NTT sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Karel Muskanan, S.Sos., M.Si., dan dihadiri oleh perwakilan Pengprov Modern Pentathlon Indonesia (MPI), Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI), Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI), Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI), serta Rugby.
Dalam arahannya, Karel Muskanan menegaskan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan menghimpun data yang akurat sebagai dasar penyusunan program pembinaan atlet, kebutuhan sarana dan prasarana, serta perencanaan anggaran menuju PON XXII Tahun 2028.
Adapun beberapa poin utama yang dibahas meliputi penetapan atlet-atlet yang ditargetkan meraih medali emas pada setiap nomor pertandingan, data prestasi atlet selama tiga tahun terakhir (2023–2025), rencana pemusatan latihan, identifikasi kebutuhan peralatan pertandingan, hingga pemetaan atlet asal NTT yang saat ini berada di luar daerah dan berpotensi dipanggil untuk memperkuat kontingen Nusa Tenggara Timur.
Dalam forum tersebut, masing-masing Pengprov memaparkan progres persiapan serta potensi perolehan medali. Pengprov MPI dan FASI menyampaikan optimisme dalam cabang modern pentathlon dan aerosport, termasuk kesiapan venue serta peluang meraih medali emas pada nomor-nomor unggulan. Sementara itu, PBSI memaparkan rencana pelaksanaan pemusatan latihan daerah mulai Oktober 2026, disertai upaya identifikasi atlet potensial yang berada di luar Provinsi NTT.
Di sisi lain, PORDASI mengusulkan pemanfaatan arena pacuan kuda di Babau, Kabupaten Kupang, sebagai venue pertandingan, sekaligus menekankan pentingnya peningkatan fasilitas pendukung agar mampu memenuhi standar nasional. PERCASI juga menyampaikan kesiapan atlet-atlet terbaik NTT serta harapan agar Provinsi NTT dapat menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Catur Tahun 2027 sebagai bagian dari pematangan persiapan menuju PON.
Pengprov GABSI turut menyampaikan program pembinaan yang telah berjalan sejak Maret 2026 serta kebutuhan dukungan peralatan dan pembiayaan pembinaan atlet. Sementara itu, cabang Rugby melaporkan rencana pelaksanaan nomor Rugby 10 di Kabupaten Belu sesuai usulan pemerintah daerah setempat.
Karel Muskanan menekankan bahwa seluruh usulan kebutuhan yang disampaikan oleh masing-masing cabang olahraga akan menjadi bahan penyusunan perencanaan yang lebih komprehensif. Ia juga mengingatkan seluruh Pengprov agar segera melengkapi dan menyerahkan data yang dibutuhkan sehingga proses perencanaan pembinaan atlet maupun pembangunan sarana olahraga dapat dilakukan secara terukur dan tepat sasaran.
"Seluruh data yang dihimpun dari masing-masing cabang olahraga menjadi fondasi penting dalam menyusun strategi pembinaan, penyediaan sarana dan prasarana, serta pengalokasian anggaran secara efektif menuju sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi PON XXII Tahun 2028," tegasnya.
Melalui koordinasi yang berkelanjutan antara Dispora Provinsi NTT, KONI NTT, Pengprov cabang olahraga, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, diharapkan persiapan menuju PON XXII Tahun 2028 semakin matang sehingga Nusa Tenggara Timur tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu mencetak prestasi terbaik di hadapan masyarakat Indonesia.