Sobatpora, di Timor Tengah Selatan, 16 Juni 2026, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) NTT melaksanakan kegiatan Intervensi Perangkat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur di Desa Huineno, Kecamatan Nunkolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung peningkatan kreativitas dan inovasi pemuda desa melalui pelatihan kriya dan fashion, pemberian bantuan peralatan, serta penyelenggaraan pentas kreativitas pemuda.
Mewakili Gubernur NTT, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT dalam sambutannya menyampaikan bahwa masa depan pembangunan Nusa Tenggara Timur sangat ditentukan oleh kemajuan desa. Menurutnya, desa bukan hanya menjadi tempat tinggal masyarakat, tetapi juga merupakan pusat pertumbuhan ekonomi, pengembangan sumber daya manusia, serta ruang lahirnya berbagai inovasi yang mampu mendorong kemajuan daerah.
“Pembangunan desa harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh perangkat daerah, pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat. Kegiatan intervensi ini merupakan wujud kehadiran pemerintah untuk mendekatkan pelayanan dan memastikan program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat desa,” ujarnya.
Kadispora juga menegaskan bahwa salah satu kekuatan terbesar yang dimiliki desa adalah generasi mudanya. Pemuda desa memiliki energi, kreativitas, semangat belajar, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan saat ini. Karena itu, Dispora NTT mengawali program intervensi dengan memberikan ruang bagi pemuda untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitas yang produktif.
Kegiatan intervensi desa tersebut dilaksanakan melalui tiga agenda utama. Agenda pertama adalah Pelatihan Kreativitas Pemuda Desa di Bidang Desain Fashion Berbahan Tenun Lokal yang diikuti oleh 30 orang pemuda Desa Huineno. Dalam pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan mengolah kain tenun lokal menjadi berbagai produk kreatif seperti tas, topi, pakaian, serta aneka suvenir yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.
Melalui pelatihan tersebut, pemerintah berharap lahir pemuda-pemuda yang mandiri dan mampu mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Selain itu, produk-produk yang dihasilkan diharapkan mampu mengangkat identitas budaya daerah sekaligus memperluas peluang pemasaran hingga ke tingkat yang lebih luas.
Agenda kedua adalah Malam Pentas Kreativitas Pemuda Desa yang dikemas dalam bentuk pesta rakyat. Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menampilkan bakat, kreativitas, seni, dan hasil karya yang telah mereka kembangkan. Pentas kreativitas tersebut juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus meningkatkan rasa percaya diri para pemuda dalam mengekspresikan potensi yang dimiliki.
Sementara itu, agenda ketiga adalah penyerahan bantuan peralatan produksi dari Gubernur NTT kepada kelompok pemuda kreatif desa. Bantuan yang diberikan berupa 13 unit mesin jahit, 10 unit mesin obras, dan 13 unit dinamo mesin listrik yang diserahkan kepada tiga kelompok pemuda kreatif, yakni Kelompok Mawar, Kelompok Melati, dan Kelompok Nakmese.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi kelompok usaha pemuda desa sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk kreatif yang dihasilkan. Pemerintah Provinsi NTT berharap dukungan peralatan ini dapat menjadi modal penting dalam mendorong tumbuhnya usaha kreatif berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan intervensi perangkat daerah ini, Pemerintah Provinsi NTT menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendukung pemberdayaan pemuda desa sebagai motor penggerak pembangunan. Dengan kreativitas, keterampilan, dan dukungan yang memadai, pemuda diharapkan mampu menjadi pelaku utama dalam menciptakan inovasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa menuju Nusa Tenggara Timur yang maju, mandiri, dan berdaya saing.