Baca Berita
Dinas Kepemudan dan Olahraga
Provinsi Nusa Tenggara Timur

Kadispora NTT Hadiri Rapat Bersama Wakil Gubernur Bahas Persiapan PON XXII 2028 dan Agenda Strategis Keolahragaan Daerah

Octaviani Kristin Santoso
19/06/2026
Slide 1

Sobatpora, Kupang, 19 Juni 2026 – Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. Alfonsus Theodorus, S.T., M.T., menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Gubernur NTT di Ruang Kerja Wakil Gubernur pada Jumat (19/6/2026). Rapat tersebut membahas berbagai agenda strategis pembangunan olahraga daerah, termasuk persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan diselenggarakan bersama oleh Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

 

Dalam rapat tersebut, Dr. Alfonsus Theodorus bersama jajaran perangkat daerah terkait mengikuti pembahasan sejumlah isu penting yang berkaitan dengan pengembangan olahraga prestasi, kesiapan penyelenggaraan event olahraga nasional, serta penguatan koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

 

Salah satu agenda yang dibahas adalah rencana penyelenggaraan kegiatan tinju di Kabupaten Sabu Raijua dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan Agustus mendatang. Wakil Gubernur NTT menekankan pentingnya konsolidasi yang terus dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, termasuk mendorong skema berbagi anggaran (sharing budget) guna mendukung suksesnya kegiatan tersebut. Selain itu, kebutuhan anggaran diminta segera direncanakan dan peluang dukungan dari sponsor harus mulai diupayakan. Jadwal pelaksanaan juga perlu disesuaikan dengan jadwal operasional kapal cepat maupun kapal reguler menuju Sabu Raijua.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, menyampaikan bahwa Dispora NTT akan segera menerbitkan surat undangan kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota guna mendukung koordinasi dan partisipasi dalam kegiatan tersebut.

 

Rapat juga membahas keberadaan Persatuan Barongsai Tionghoa Indonesia (PERBATI). Wakil Gubernur menegaskan bahwa persoalan terkait organisasi tersebut tidak perlu diperdebatkan karena secara kelembagaan PERBATI berada di bawah naungan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

 

Terkait persiapan PON XXII Tahun 2028, Wakil Gubernur mengarahkan agar seluruh pihak lebih fokus pada cabang olahraga yang telah ditetapkan untuk dipertandingkan di Nusa Tenggara Timur. Pemerintah daerah diminta tidak lagi memberikan perhatian khusus pada usulan penambahan cabang olahraga baru, melainkan memperkuat pembinaan atlet serta melakukan pemetaan ulang terhadap cabang olahraga yang memiliki peluang besar meraih medali.

 

Dalam pembahasan teknis penyelenggaraan PON, cabang olahraga aeromodeling direncanakan dilaksanakan di Kabupaten Alor dan masih menunggu keputusan final melalui Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov). Secara prinsip, lokasi pelaksanaan cabang olahraga tersebut dialihkan dari Kabupaten Nagekeo ke Kabupaten Alor.

 

Wakil Gubernur juga menegaskan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana pendukung, mulai dari venue pertandingan, fasilitas latihan, akomodasi atlet dan ofisial, konsumsi, hingga transportasi lokal. Setiap venue diharapkan memiliki dukungan fasilitas penginapan yang memadai. Untuk venue yang berada di kawasan Universitas Pertahanan, misalnya, dapat memanfaatkan asrama mahasiswa sebagai tempat akomodasi. Sementara Kabupaten Malaka menjadi salah satu daerah yang perlu mendapat perhatian khusus terkait kebutuhan stadion utama dan stadion latihan untuk mendukung pelaksanaan pertandingan dan sesi latihan atlet.

 

Selain itu, percepatan penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang penyelenggaraan PON menjadi salah satu prioritas yang dibahas. Pemerintah Provinsi akan segera menyurati pemerintah kabupaten/kota guna memperoleh kepastian kesediaan menjadi tuan rumah serta komitmen pengalokasian anggaran daerah dalam mendukung pelaksanaan PON.

 

Aspek pelayanan konsumsi dan kesehatan juga menjadi perhatian utama. Seleksi penyedia jasa catering diminta dilakukan lebih awal oleh kabupaten tuan rumah, sementara tenaga medis dan dokter yang akan bertugas harus memiliki sertifikasi yang sesuai standar. Apabila masih terdapat keterbatasan tenaga medis bersertifikat, maka perlu disiapkan program pelatihan guna memenuhi kebutuhan tersebut.

 

Dalam rangka memperkuat basis perencanaan, Wakil Gubernur meminta agar dilakukan pendataan secara menyeluruh bersama seluruh cabang olahraga melalui rapat koordinasi khusus. Data yang dihimpun akan menjadi dasar dalam penyusunan kebutuhan teknis, pengembangan atlet, serta perencanaan sarana dan prasarana pendukung.

 

Rapat tersebut juga menghasilkan sejumlah langkah strategis, antara lain rencana audiensi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, pembentukan Desk PON, pembentukan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Venue PON, penyusunan basis data atlet secara terintegrasi, serta perumusan program sukses prestasi menuju PON XXII Tahun 2028.

 

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Provinsi NTT menegaskan komitmennya untuk mempersiapkan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 secara matang, profesional, dan terintegrasi, sekaligus mendorong peningkatan prestasi atlet daerah agar mampu bersaing dan mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di tingkat nasional.