Sobatpora, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi membuka Pekan Paralimpiade Provinsi (PEPARPROV) NTT Tahun 2026 yang memperebutkan Piala Gubernur. Pembukaan berlangsung di Hotel Papa Jhons, Kota Kupang, Rabu (4/11/2026) malam, ditandai dengan lima kali ketukan palu oleh Gubernur NTT.
Mengusung tema “Menembus Keterbatasan, Taklukkan Dunia Lewat Prestasi”, PEPARPROV NTT 2026 berlangsung pada 4–7 November 2026. Ajang ini menjadi momentum penting dalam pengembangan olahraga paralimpik sekaligus memberikan ruang bagi atlet penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan, potensi, dan prestasi terbaik.
Sebanyak 81 atlet dan 15 ofisial dari 10 kabupaten/kota ambil bagian dalam penyelenggaraan PEPARPROV pertama di Kota Kupang ini. Kontingen peserta berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, Sikka, Ende, Manggarai, dan Sabu Raijua.
Terdapat tiga cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni atletik, catur, dan tenis meja. Selain menjadi ajang kompetisi tingkat provinsi, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi pembinaan serta penjaringan atlet potensial yang dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan bahwa PEPARPROV merupakan babak baru dalam pembangunan keolahragaan di NTT. Menurutnya, olahraga harus menjadi ruang pengembangan potensi setiap individu tanpa membedakan kondisi fisik maupun intelektual.
Ia juga mengapresiasi seluruh panitia, pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) NTT, pelatih, ofisial, dan atlet yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Gubernur menegaskan bahwa pembangunan olahraga inklusif membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, hingga komunitas pemerhati disabilitas. Hal tersebut sejalan dengan Dasa Cita ke-10, yakni Kolaborasi Bersama “Ayo Bangun NTT”.
Kolaborasi tersebut, lanjutnya, perlu diwujudkan melalui penyediaan fasilitas publik yang ramah disabilitas, dukungan pendanaan dan peralatan latihan, serta pembukaan kesempatan partisipasi dan kerja yang setara bagi penyandang disabilitas.
Gubernur Melki berharap PEPARPROV dapat menjadi wadah penjaringan atlet potensial yang nantinya dipersiapkan untuk mewakili NTT pada Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) maupun kompetisi olahraga tingkat internasional.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak hanya diukur dari medali yang diperoleh, tetapi juga dari keberanian, kedisiplinan, ketekunan, dan semangat juang selama mengikuti pertandingan.
Sementara itu, Ketua NPCI NTT, Viktor Haning, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT, khususnya Gubernur dan Ketua DPRD NTT, atas perhatian serta dukungan terhadap perkembangan olahraga penyandang disabilitas di daerah.
Menurut Viktor, PEPARPROV merupakan ajang olahraga tingkat provinsi bagi atlet penyandang disabilitas atau dapat disebut sebagai PORPROV bagi komunitas paralimpik. Hasil kompetisi ini akan menjadi salah satu dasar seleksi atlet potensial untuk dipersiapkan menuju pemusatan latihan nasional (Pelatnas) dalam rangka menghadapi PEPARNAS Tahun 2028.
Ia juga mengapresiasi dukungan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT melalui berbagai program pembinaan, termasuk pendampingan dan penyesuaian metode latihan sesuai kebutuhan atlet disabilitas. Viktor berharap perhatian terhadap atlet paralimpik dapat terus berlanjut, tidak hanya dalam pembinaan dan penghargaan atas prestasi, tetapi juga terhadap keberlanjutan masa depan atlet setelah menyelesaikan karier olahraga.
Ketua Panitia, Albertus Vincent Rehi, dalam laporannya menjelaskan bahwa penyelenggaraan PEPARPROV NTT 2026 merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Kota Kupang atas gagasan NPCI Provinsi NTT. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sistem pembinaan dan memperluas kesempatan bagi atlet penyandang disabilitas di seluruh wilayah NTT.
Pada kesempatan tersebut, atlet NTT Alfin Nomleni, peraih medali emas dan perunggu pada ajang Asian Games, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT atas dukungan yang diberikan kepada para atlet.
Rangkaian pembukaan juga diisi dengan pembacaan janji atlet dan janji wasit sebagai bentuk komitmen untuk menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, disiplin, dan persaudaraan selama pertandingan berlangsung.
Usai membuka secara resmi PEPARPROV NTT 2026, Gubernur Melki menyerahkan Piala Bergilir Gubernur kepada Ketua NPCI NTT, Viktor Haning, sebagai simbol dimulainya kompetisi olahraga paralimpik tingkat Provinsi NTT.
Melalui PEPARPROV NTT 2026, Pemerintah Provinsi NTT bersama NPCI NTT dan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT terus mendorong terciptanya ekosistem olahraga yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada prestasi. Ajang ini diharapkan melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Prestasi tidak dibatasi oleh keterbatasan. Dengan kesempatan, pembinaan, dan semangat pantang menyerah, atlet-atlet NTT mampu menembus batas dan mengharumkan nama daerah.
Setelah berlangsung selama empat hari, Pekan Paralimpiade Provinsi (PEPARPROV) NTT Tahun 2026 resmi ditutup pada Jumat (6/11/2026). Penutupan dilakukan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur yang diwakili Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT, Dr. Alfonsus Theodorus.
Berdasarkan hasil akhir pertandingan, Kota Kupang berhasil meraih gelar juara umum PEPARPROV NTT 2026. Posisi kedua ditempati Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), sedangkan posisi ketiga diraih Kabupaten Kupang.
Pada kesempatan tersebut, panitia juga mengumumkan tiga atlet terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan, dedikasi, dan semangat juang yang ditunjukkan selama kompetisi berlangsung dan memberikan apresiasi berupa uang tunai.
Rangkaian penutupan ditandai dengan penyerahan piala bergilir Gubernur kepada kontingen juara umum yang dilakukan oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, ST., MT. Penyerahan piala tersebut menjadi simbol keberhasilan penyelenggaraan sekaligus penghargaan atas pencapaian para atlet dalam ajang olahraga paralimpik tingkat provinsi ini.
Melalui penyelenggaraan PEPARPROV NTT 2026, Pemerintah Provinsi NTT bersama NPCI NTT berharap pembinaan olahraga bagi penyandang disabilitas semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat mewakili NTT pada Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) 2028 maupun kompetisi tingkat internasional.
PEPARPROV NTT 2026 menjadi bukti bahwa kesempatan, pembinaan, dan semangat pantang menyerah merupakan bagian penting dalam melahirkan prestasi tanpa batas.