Sobatpora, Panitia Pelaksana Pekan Special Olympics Daerah (PESODA) II Tahun 2026 bersama SOina Provinsi NTT terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan yang akan berlangsung di Kota Kupang. Rapat koordinasi yang diikuti oleh seluruh bidang kepanitiaan membahas kesiapan teknis, administrasi, pelayanan peserta, hingga sarana dan prasarana guna memastikan penyelenggaraan berjalan tertib, aman, dan lancar.
Rapat ini dibuka oleh Sekretaris Dispora NTT, Karel Muskanan, S.Sos., M.Si. mewakili Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT dan dipimpin oleh Wakil Ketua SOIna Pusat sekaligus Ketua Harian SOIna NTT, Hamdan Saleh Batjo, S.P., M.H., M.Si., C.H., C.Ht., CFIA, serta dihadiri oleh staf Dispora NTT sebagai Panitia PESODA II 2026.
Dalam rapat tersebut, panitia menegaskan bahwa proses registrasi dan verifikasi keabsahan peserta menjadi tahapan penting yang harus diselesaikan paling lambat satu hari sebelum pertandingan dimulai. Seluruh atlet diwajibkan mengikuti tes psikologi sebagai salah satu persyaratan keabsahan peserta. Bagi kontingen yang belum melaksanakan tes tersebut, panitia akan memfasilitasi kehadiran tenaga psikolog di Kota Kupang, dengan biaya pemeriksaan menjadi tanggung jawab masing-masing kontingen.
Terkait kedatangan peserta, panitia menyampaikan bahwa tidak disediakan layanan penjemputan. Seluruh kontingen akan diterima di Hotel Pelangi sebagai pusat kegiatan dengan jadwal check-in mulai pukul 13.00 WITA. Pada hari kedatangan tidak disediakan makan siang, dan seluruh kewajiban administrasi hotel wajib diselesaikan sebelum proses check-out.
Untuk memastikan kesiapan teknis pertandingan, Technical Meeting akan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni secara daring (online) dan luring (offline). Jadwal pelaksanaannya akan diinformasikan kepada seluruh kontingen dan perangkat pertandingan.
Rangkaian pembukaan PESODA II Tahun 2026 akan dilaksanakan secara sederhana sesuai kemampuan anggaran yang tersedia. Welcome Party yang sebelumnya direncanakan digabung dengan upacara pembukaan resmi ditiadakan, sementara upacara pembukaan tetap akan dilaksanakan pada 30 Juli 2026. Panitia juga akan mengundang Gubernur Nusa Tenggara Timur, PP SOIna, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta para tamu undangan lainnya. Adapun penutupan kegiatan akan dilaksanakan langsung di masing-masing venue bersamaan dengan prosesi Upacara Penghormatan Pemenang (UPP).
Panitia turut memastikan kesiapan venue pertandingan serta pelaksanaan divisioning sesuai ketentuan teknis masing-masing cabang olahraga. Upacara penghormatan pemenang, defile, dan rangkaian seremonial cabang olahraga juga akan dipusatkan di venue masing-masing. Dalam hal pelayanan kesehatan, panitia berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta menyiapkan dukungan tenaga psikolog selama proses keabsahan peserta berlangsung.
Dari sisi konsumsi, mekanisme distribusi makanan akan disesuaikan dengan jumlah peserta yang telah terverifikasi dan didukung oleh bidang transportasi. Apabila terdapat penambahan kebutuhan konsumsi, biaya tambahan akan menjadi tanggung jawab official sesuai ketentuan yang berlaku.
Bidang acara juga mempersiapkan konsep kegiatan yang lebih inklusif dengan mengupayakan penampilan seni dari peserta SLB atau anak penyandang disabilitas, seperti menyanyi, membaca puisi, maupun penampilan lainnya. Selain itu, panitia akan mengidentifikasi atlet yang memiliki kemampuan sebagai pembawa acara (MC) untuk turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan.
Sementara itu, bidang administrasi dan kesekretariatan diminta segera menyiapkan surat undangan kepada PP SOIna, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gubernur NTT, serta Ketua Umum SOIna Provinsi NTT. Sekretariat juga akan menggunakan ruang Sekretariat PESONAS di Stadion Oepoi Kupang sebagai pusat koordinasi kegiatan.
Pada bidang transportasi, panitia menekankan pentingnya kepastian jadwal pertandingan agar mobilisasi peserta dari hotel menuju venue dapat diatur secara efektif. Koordinasi juga akan dilakukan dengan Biro Umum terkait peminjaman bus serta dengan kepala sekolah SLB di Kota Kupang untuk mendukung kebutuhan transportasi peserta.
Di bidang perlengkapan, panitia terus mempersiapkan seluruh kebutuhan teknis pertandingan, mulai dari meja, kursi, podium, sound system, hingga backdrop kegiatan. Empat lokasi utama yang menjadi titik pemasangan backdrop meliputi Stadion Oepoi, Pitoby Sport Center, Oesapa Jungle, serta GOR Futsal dan Tenis Meja. Panitia juga akan berkoordinasi dengan KONI terkait peminjaman podium apabila belum tersedia di venue pertandingan.
Melalui rapat koordinasi ini, seluruh bidang kepanitiaan diharapkan dapat memperkuat sinergi dan menyelesaikan setiap tahapan persiapan sesuai jadwal sehingga penyelenggaraan PESODA II Tahun 2026 dapat berlangsung dengan baik, memberikan pelayanan yang optimal kepada seluruh atlet, official, dan kontingen, serta menjadi ajang olahraga yang inklusif, bermartabat, dan membanggakan bagi Nusa Tenggara Timur.