Sobatpora, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi NTT menggelar Pra-Rapat Kerja Provinsi (Pra-Rakerprov) KONI NTT secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah awal untuk mematangkan pelaksanaan Rakerprov KONI NTT yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Juli 2026 di Hotel Kristal Kupang.
Pra-Rakerprov dipimpin oleh Sekretaris Umum KONI NTT yang juga Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, S.T., M.T., bersama Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Karel Muskanan, S.Sos., M.Si. dan diikuti oleh jajaran pengurus KONI Provinsi NTT, Dispora kabupaten/kota, serta KONI kabupaten/kota se-NTT. Agenda utama rapat meliputi pemetaan cabang olahraga, kesiapan venue, estimasi kebutuhan anggaran, serta sinkronisasi kesiapan daerah dalam mendukung penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 di NTT.
Dalam arahannya, Dr. Alfonsus Theodorus menyampaikan bahwa Pra-Rakerprov merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur NTT selaku Ketua Umum KONI NTT dan berbagai rapat koordinasi sebelumnya. Seluruh usulan dari kabupaten/kota telah dianalisis dengan mempertimbangkan kesiapan sarana dan prasarana olahraga, akses transportasi, serta koordinasi bersama KONI Pusat. Hasil pembahasan ini diharapkan menjadi dasar yang kuat sehingga Rakerprov nantinya dapat menghasilkan keputusan yang cepat dan komprehensif.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I KONI NTT menyampaikan bahwa model distribusi cabang olahraga ke berbagai kabupaten/kota di NTT mendapat apresiasi dari KONI Pusat karena dinilai mampu mendorong pemerataan pembangunan olahraga sekaligus meningkatkan dampak ekonomi di daerah. Kabupaten/kota yang diproyeksikan menjadi tuan rumah diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah masing-masing terkait dukungan anggaran, rehabilitasi venue, akomodasi, dan transportasi sebagai bagian dari kesiapan menyambut PON XXII Tahun 2028.
Dalam pemaparan Sekretaris Umum KONI NTT, dibahas pula estimasi kebutuhan anggaran sementara penyelenggaraan PON di 14 kabupaten/kota tuan rumah, strategi pembiayaan melalui skema gotong royong antara APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, dan dukungan para pemangku kepentingan, serta rencana pembentukan Peraturan Daerah sebagai landasan penganggaran penyelenggaraan PON. Selain sukses penyelenggaraan, perhatian juga diberikan terhadap pembinaan atlet agar NTT mampu meraih prestasi dan bersaing di papan atas klasemen pada PON XXII Tahun 2028.
Pra-Rakerprov juga membahas pemetaan sementara cabang olahraga di 14 kabupaten/kota calon tuan rumah, termasuk kesiapan venue serta berbagai kebutuhan rehabilitasi infrastruktur olahraga. Beberapa daerah masih menunggu penetapan final untuk cabang olahraga tertentu yang akan diputuskan pada Rakerprov mendatang.
Sebagai tindak lanjut, hasil Pra-Rakerprov akan menjadi bahan pembahasan pada Rakerprov KONI NTT sekaligus disampaikan kepada KONI Pusat sebagai bukti kesiapan Provinsi NTT dalam menyelenggarakan PON XXII Tahun 2028. Seluruh pemerintah kabupaten/kota juga diharapkan segera mengalokasikan kebutuhan anggaran dalam APBD Tahun 2027 dan 2028 serta mendukung percepatan penyiapan venue sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Melalui Pra-Rakerprov ini, Dispora Provinsi NTT bersama KONI NTT kembali menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 yang sukses, baik dari sisi penyelenggaraan, administrasi, pembangunan infrastruktur, maupun peningkatan prestasi olahraga di Nusa Tenggara Timur.